Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 31 Oktober 2011

Review and Compare About Desktop Environment (Lingkungan Desktop)

2 komentar
Assalamualaikum...
Salam sejahtera bagi kita semua....
Halo teman-teman,bagaimana kabar anda semua ?? Saya harap baik-baik saja. Saat ini saya akan membahas mengenai perbedaan pada Desktop Environment (DE). Pembahasan kali ini termasuk tugas saya yang harus diselesaikan. Maka dari itu, bagaimana bila kita mulai saja pembahasannya...
Ok Let's Begin Everybody....

Sebelumnya apa yang dimaksud dengan Desktop Environment (DE) ? DE adalah sebuah antarmuka grafis (Graphical User Interface) pada desktop dalam  sistem operasi. Desktop Environment tersebut dapat dikatakan sebagai pengganti antarmuka baris perintah (Command Line Interface).
Jadi maksudnya, setiap sistem operasi itu pada dasarnya memiliki Desktop Environment masing-masing. Tampilan desktop dari sebuah sistem operasi itu dapat dikatakan sebuah antarmuka. Contohnya Desktop Environment yang digunakan pada Windows Vista. Tampilan antarmuka yang digunakan itu adalah milik Windows Vista itu sendiri. Dan pada Windows, sebuah Desktop Environment  tidak bisa diubah-ubah karena antarmuka tersebut sudah terintegrasi pada sistem operasi tersebut. Salah satunya seperti Windows Explorer. Lain halnya pada Linux, DE pada sebuah distro Linux, dapat diubah sesuai dengan keinginan kita. Karena desktop environment pada Linux biasanya bersifat open-source...
Bagaimana?? Menarik bukan pembahasan mengenai Desktop Environment?? Hehe... :D
Sehingga GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan OS melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan seperti halnya menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI dapat dikatakan dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device). Oh ya, setelah sebelumnya membahas mengenai pengertian Desktop Environment. Selanjutnya saya akan memberikan contoh-contoh DE dengan perbedaan-perbedaan diantaranya. Ok langsung saja kita bahas...
1. Project Looking Glass


Adalah perangkat lunak bebas dari GPL (General Public License) yang digunakan untuk menciptakan inovatif 3D DE untuk Linux dan dengan menggunakan sistem operasi Cross-Platform. Pada DE tersebut, desktop mengeksplorasi penggunaan kemampuan 3D windowing baik untuk program aplikasi yang sudah ada dan yang khusus dirancang untuk Find Windows. Dan terdapat pula fitur-fitur dialamnya, seperti penciptaan reversibel Windows. Pada fitur tersebut dapat digunakan untuk memungkinkan pengguna menulis catatan atau menampilkan dialog aplikasi tanpa mengganggu kinerja aplikasi yang sedang di jalankan/di buka.Lalu fitur tersebut dapat dilihat juga dengan 2D/2.5 D windowing sehingga User mampu manipulasi objek 3D yang dapat diatur pada setiap sudut maupun sesuai dengan keinginan User.

2. GNOME




Adalah salah satu Desktop Environment yang memiliki kemudahan untuk memilih aplikasi desktop. Dengan GNOME, desktop dapat di buat agar terlihat seperti Windows, Mac OS, atau dapat pula diberi effect 3D desktop. Sedangkan GNOME itu sendiri merupakan kepanjangan dari GNU Network Object Model Environment. Lalu pada GNOME terdapat 2 ciri-ciri yaitu terdapat taskbar yang terletak dibawah layar dan diatas layar. Kemudian GNOME itu dibangun dengan dasar GTK + GUI Toolkit. Apa maksudnya itu?? Maksudnya adalah sebuah widget toolkit antar-platform untuk menghasilkan GUI.
Spesifikasi yang dianjurkan :
* 700 MHz x86 processor
* 384 MB of system memory (RAM)
* 8 GB of disk space
* Graphics card capable of 1024×768 resolution
* Sound card
* A network or Internet connection

3. KDE (K Desktop Environment)


Merupakan salah satu Windows Manager yang dapat digunakan dengan OS berbasis UNIX termasuk Linux, BSD,dan Solaris. Kemudian tampilan grafis pada KDE sangat bagus hingga hampir menyerupai Windows, maka tak heran banyak orang yang mengira KDE adalah salah satu OS. Oh ya, KDE juga memiliki ciri khas diantaranya dalam penamaan aplikasi/software menggunakan huruf "K" seperti Konversation namun ada juga yang tak menggunakan huruf "K" atau tampilan default seperti aplikasi yang terdapat dalam KDE yaitu Gwenview.
Kelebihan Desktop Environment pada KDE : memiliki tampilan yang hampir sama dengan Windows sehingga tak terlalu menyulitkan bagi pengguna yang terbiasa dengan Windows, seperti kelengkapan Start Menu, Taskbar, dan desktop serta ikon, Control Center. Serta adanya integrasi dan dukungan dari beberapa program lain seperti KDE games, KDE multimedia, Koffice, dan Utility.
Sedangkan kekurangan DE KDE :  KDE akan bekerja lambat apabila pada mesin komputer dengan prosessor di bawah 233Mhz dan RAM 32Mhz, sehingga harus ditingkatkan lagi processor kita agar proses berjalan lebih cepat/normal. Sebelum menggunakan KDE,pastikan memiliki ruang Harddisk yang cukup besar. Karena dari aplikasi yang sudah terdapat pada KDE diperlukan ukuran memori yang cukup besar untuk menggunakan KDE tersebut.

4. XFCE (XForms Common Environment)


Xfce adalah sebuah desktop yang mudah dan ringan untuk OS Linux. Dirancang untuk produktifitas dan sangat mudah dikonfigurasi dengan tetap mengikuti spesifikasi Free desktop.  Tidak seperti desktop-desktop lain yang lebih berat seperti GNOME dan KDE, Xfce menggunakan daya sistem yang lebih sedikit. Sebagai tambahan, Xfce menyediakan modularitas yang bagus dan dependensi yang lebih sedikit sehingga tidak memakan banyak ruang harddisk dan waktu yang lama untuk menginstalnya. Beberapa distributor yang menggunakan Desktop Environment ini diantaranya SAM LINUX DESKTOP, XUBUNTU, KWORT LINUX dan lain sebagainya. XFCE juga menyediakan sebuah kerangka pengembangan aplikasi. Selain Xfce sendiri, ada program-program pihak ketiga yang menggunakan kepustakaan Xfce, speerti editor teks Mousepad, pemutar audio Xfmedia, dan Orage Calendar dan Terminal. Kemudian juga terdapat beberapa komponen didalam XFCE itu sendiri, seperti Xfmedia adalah sebuah media player berbasis xine untuk Xfce, Xfprint adalah manajer pencetakan (print manager), dan Xfburn yaitu program perekam CD/DVD.
Spesifikasi untuk menggunakan XFCE :
# 256 MiB of system memory (RAM)
# 2 GB of disk space
# Graphics card and monitor capable of 800×600 resolution

5. LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment)


LXDE adalah sebuah lingkungan desktop yang hampir sama dengan XFCE namun berbeda yaitu ringan dan cepat. LXDE itu sendiri diciptakan agar terkesan ramah bagi User dan desainnya yang mudah, hal tersebut digunakan agar penggunaan sumber daya tetap rendah. LXDE menggunakan RAM dan CPU berkemampuan rendah namun tetap kaya fitur sistem operasi.
Spesifikasi untuk memakai LXDE :
Diperlukan RAM 128 MB dan penyimpanan pada CPU 266 MHz.


6. Ambient Desktop



Ambient Desktop adalah lingkungan desktop berbasis MUI (The Magic User Interface adalah suatu sistem berorientasi objek yang dikembangkan oleh Stefan Stuntz untuk menghasilkan dan mengembangkan "antarmuka pengguna grafis") untuk MorphOS (Sistem Operasi Untuk PC Amiga). Tujuan utamanya adalah untuk membuat sebuah lingkungan desktop yang sederhana dan cepat/ringan.
Ambient tidak begitu mengikuti paradigma Amiga Workbench Interface namun banyak kesamaan yaitu ketika program yang disebut tooltypes, data file dan proyek direktori.
  • Dapat sesuai dengan  ARexx scripting language yang sesuai  untuk bahasa scripting ARexx.
  • Standar/dasar ikon untuk ribuan file format.
  • Design sepenuhnya asynchronous.
  • Cepat dalam memproses I/O device dan pemberitahuan berkas.
  • Sesuai untuk Format file gambar PNG dan format ikon untuk Amigo.
  • built-in icon, workbench and wbstart libraries built-in ikon, meja kerja dan wbstart perpustakaan
  • Terdapat aplikasi seperti memformat disk (disk formatting) dan manajer komoditas (commodities manager).
  • Panel yang digunakan sebagai proses Program. 
7. Mezzo


Mezzo adalah Desktop Environment yang di ciptakan dengan Symphony OS dan dengan desain interface mampu memberikan cara baru untuk menyajikan data ke User. Lalu Mezzo itu sendiri menggunakan FVWM sebagai windows manager. Pada DE jenis ini, berupaya untuk menyederhanakan desktop yaitu salah satunya seperti membuang konsep-konsep standar seperti "desktop folder". Akan tetapi Mezzo tak menyajikan seluruh informasi yang diperlukan secara langsung kepada User melalui desktop dan juga untuk file dan task yang terkait dengan sistem.


8. Open Windows


Adalah Sebuah Desktop Environment untuk Sun Microsystem worksystem yang ditangani oleh Sunview, NeWS, dan X Windows System. OpenWindows terdiri dari empat komponen: LOOK Window Manager OPEN ( olwm ), DeskSet sebagai alat produktivitas, XView dan OLIT widget toolkit, dan server X11/NeWS windows yang mendasarinya.

9. Etoile


Adalah salah satu DE yang memudahkan User untuk membuat alur kerja sendiri dengan membentuk rekombinasi layanan yang telah disediakan (aplikasi), termasuk komponen yang lain. Kemudian Etoile juga berupaya menghindari pemakaian objek-objek dalam bentuk folder melainkan sebuah tag objek.
Tujuan proyek desktop environment ini adalah:
  • Cahaya, memiliki aplikasi fokus.
  • Cepat, data sederhana dalam berbagi antara tugas dan dokumen, dengan beberapa konteks switch, seperti antara aplikasi, antara jendela, dan menggunakan seleksi.
  • Fasilitas untuk komposit, elemen tata letak yang tidak terkait dalam kelas objek seperti dokumen, folder, dll
  • Alur kerja berdasarkan proyek terinspirasi manajemen (versioning, pengindeksan, berbagi)
  • Asisten seperti teknologi Apple Newton. 
10. Enlightenment


Adalah sebuah susunan window manager untuk X Window System yang dapat berdiri sendiri atau dengan lingkungan desktop seperti GNOME atau KDE . Enlightenment biasanya juga digunakan sebagai pengganti untuk lingkungan desktop yang lengkap.
Beberapa fitur-fiturnya meliputi:
  • Enlightenment memungkinkan anda untuk memiliki ruang kerja yang disebut grid virtual desktop. Ukuran grid maksimum saat ini 8 dengan 8 desktop, dan juga dapat memiliki 32 grid (masing-masing dengan latar belakang yang berbeda), sehingga keseluruhan ruang desktop yang memungkinkan sekitar 2048.
  • Iconification, mengurangi jendela untuk ikon, disimpan dalam 'iconboxes' yang dapat ditempatkan di sekitar layar.
  • Memiliki kemampuan untuk mengubah batas jendela/windows (menghapus perbatasan dan judul bar sepenuhnya).
  • Keseluruhan  themeable, dengan kedua antarmuka/interface berbasis menu dan command-line change themes.
  • Terdapat sebuah file manager built-in.
  • Masih memiliki ikon pada desktop.
  • Fitur jaringan biasanya dalam virtual desktop.
  • Memungkinkan untuk seluruh animasi, latar belakang desktop interaktif, item menu, item bar dan widget desktop. 
Spesifikasi untuk menggunakan Enlightenment :
Dibutuhkan RAM 64 MB dan penyimpanan CPU 200 MHz.

 11. CDE


CDE (Common Desktop Environment) adalah lingkungan desktop untuk Unix dan OpenVMS, didasarkan Motif widget toolkit. Dan CDE juga menyediakan sebuah grafis standar untuk pengelolaan data dan file (desktop grafis) serta aplikasi. Manfaat penggunaan DE ini adalah kemudahan penggunaan, konsistensi, konfigurabilitas, portabilitas, dan desain yang mudah didistribusikan. Sehingga membuat komputer membuka sistem desktop lebih mudah digunakan dalam PC.

12. EDE (Equinox Desktop Environment)


Adalah salah satu Desktop Environment yang berukuran kecil dalam memori dan dimaksudkan agar tampilannya menjadi lebih sederhana dan cepat. EDE itu sendiri memiliki fungsionalitas untuk menciptakan jendela (tampilan windows), menyimpan konfigurasi program, mampu berkomunikasi melalui D-Bus, dan memuat tema ikon. Ede tidak seperti umum di distribusi Linux sebagai lingkungan desktop lainnya seperti KDE , GNOME , dan Xfce . Ini tersedia sebagai paket opsional dalam MINIX 3.

Bagaimana teman-teman ?? Apakah sudah dapat info dan gambaran mengenai Desktop Environment ?? Hehehe...
Dalam pembahasan diatas tersebut, saya mencoba membahas berbagai perbedaan dari bermacam-macam DE dan diantaranya terdapat 12 contoh DE yang telah saya coba bahas seperti diatas. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, terutama untuk diri saya sendiri...
Saya juga dibantu melalui berbagai sumber, dapat dilihat pada link di bawah ini :
http://forum.lapar.com/showthread.php?666-Macam-Macam-Desktop-Environtment-Pada-Linux

Mohon maaf sebelumnya bila ada salah dalam penulisan kata dan kalimat, terima kasih teman-teman....


Read more...

Minggu, 23 Oktober 2011

Membuat Bootable Linux Live CD dengan Brasero di Linux

2 komentar
Assalamualaikum...
Salam sejahtera bagi kita semua...
Teman-teman, akhirnya kita bisa berdiskusi lagi ya. Saat ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana bootable Linux Live CD melalui Brasero di Linux. Ini merupakan tugas saya juga yang harus diselesaikan, maka dari itu bagaimana bila kita langsung mulai saja langkah-langkahnya...
Let's Begin Everybody...

Untuk menyimpan data dalam CD tak bisa dengan copy paste melainkan harus melakukan tahapan Burning terlebih dahulu, maka dari itu dalam pembahasan kali ini saya ingin membuat bootable Linux Live CD  melalui aplikasi yang terdapat dalam Linux yaitu Brasero. Linux yang saya pakai juga merupakan hasil bootable melalui LinuxLive USB Creator pada Flash Disk saya. Jadi salah satu padanan Nero di linux adalah Brasero. Brasero adalah aplikasi yang digunakan untuk burning live-CD (CD/DVD yang dapat digunakan untuk booting) termasuk burning file image .iso. Aplikasi ini sudah ada di Linux Ubuntu 10.10. Cara menjalankannya juga tak terlalu sulit,sebelumnya masukkan dulu CD-R/DVD-R kosong agar bisa langsung mengikuti proses Burning CD/DVDnya dan langsung terdeteksi. Ayo kita coba ikuti langkah-langkah ini... 

Pertama yaitu saya coba buka aplikasi Brasero yang terdapat di Linux. Cara memanggilnya yaitu saya pilih Applications -> Sound & Video -> kemudian pilih Brasero Disk Burner. Adapun untuk memudahkannya melalui gambar, seperti yang di bawah ini :


Setelah langkah diatas tersebut dilakukan. Maka akan muncul tampilan selanjutnya seperti dibawah ini :

Apabila sudah muncul seperti gambar diatas, maka saya pilih menu "Burn Image". Kemudian muncul kembali form baru seperti dibawah :


Karena disini sebelumnya saya sudah memasukkan CD/DVD sehingga dapat langsung terdeteksi CD/DVD pada bagian "Select a disc to write to". Kemudian untuk file ISO atau "Select a disc image to write" yang akan di Burn, saya mencoba menggunakan file OS Fedora 15-i686 dalam bentuk ISO. Apabila sudah, selanjutnya klik Burn dan akan muncul gambar dibawah ini :


Pada tahapan tersebut diatas adalah proses Burning ke CD/DVD yang saya pakai. Selanjutnya :







Seperti gambar diatas, masih salah satu proses Burning. Jadi kita menunggu hingga warna orange tersebut telah penuh. Proses selanjutnya :


Pada gambar diatas adalah proses Burning yang hampir selesai. Kemudian apabila sudah selesai akan muncul seperti gambar dibawah ini :



Gambar diatas merupakan proses Burning ke CD/DVD yang sudah selesai (Warna orange sudah terisi penuh). Setelah itu akan muncul form pesan yang bertanda seru seperti gambar diatas, dalam form tersebut di jelaskan bahwa proses telah selesai namun CD/DVD harus di Eject/di keluarkan secara manual (maksudnya kita mengeluarkan CD/DVD dari tombol yang ada pada di Notebook dan bukan melalui pilihan Eject dari Notebook). Pada masalah ini saya cukup klik cancel..
Dan pada saat itu, saya sudah memiliki LinuxLive CD dengan OS Fedora....

Untuk proses selanjutnya adalah proses pengaturan booting BIOS pada Notebook. Hal ini dilakukan agar bootable LinuxLive CD dapat di jalankan di Notebook. Berikut ini adalah langkah-langkahnya dan gambarnya :


Gambar di atas merupakan pengaturan BIOS pada Notebook saya. Pada "External Device Boot" saya ubah menjadi "Enabled" dan pada "Select 1st Boot Priority" saya ubah menjadi "Internal Optical Disc Drive". Hal ini dilakukan, ketika melakukan restart maka yang akan terbaca terlebih dahulu adalah CD/DVD yang telah di masukkan sebelumnya. Sehingga saya dapat menjalankan OS Fedora melalui LinuxLive CD. Dan Fedora yang telah saya jalankan, tampilannya seperti gambar dibawah ini :


Akhirnya selesai proses membuat bootable Linux Live CD melalui Brasero dan sudah dapat dijalankan. Dan termasuk selesai juga tugas saya dalam membuat bootable LinuxLive CD. Saya juga dibantu tutorial dari Link berikut ini :
http://putrichairina.wordpress.com/2010/06/03/membuat-live-cd-di-linux-burn-file-image-iso-dengan-brasero/

Semoga Link tersebut dan pembahasan saat ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, terutama bagi diri saya sendiri.
Mohon maaf bila ada salah kata dalam penulisan dan terima kasih teman-teman...
Read more...

Membuat Bootable Linux Live USB dengan Li-Li (Linux Live USB Creator)

0 komentar
Assalamualaikum...
Salam sejahtera bagi kita semua...
Halo teman-teman,bagaimana kabar teman-teman?? Saya harap baik-baik saja. Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk membuat OS Linux menjadi Live USB. Dan dalam penjelasan kali ini merupakan tugas saya yang harus di selesaikan dengan menjelaskan langkah-langkah Membuat Bootable Linux melalui aplikasi Linux Live USB Creator
Let's Start the expalantion...

Langkah awal,teman-teman membuka aplikasi Linux Live USB Creator yang sebelumnya telah teman-teman instal di PC/Notebook teman-teman. Setelah itu akan muncul gambar dibawah :

Pada pilihan tersebut, di maksudkan memilih USB Flash Disk apa yang akan digunakan untuk membuat USB Flash Disk anda menjadi bootable Linux Live USB. Dalam pembahasan kali ini, saya menggunakan Flash Disk yang memiliki memori penyimpanan 2GB. Dan perlu di ingat bahwa bila anda ingin membuat bootable Linux Live USB, pastikan Flash Disk anda memiliki memori penyimpanan minimal 1GB dan format sistem FAT atau FAT 32 serta lebih baik dalam keadaan kosong (tak ada data didalamnya)...

Setelah itu langkah kedua adalah seperti gambar dibawah ini :



Langkah Kedua adalah memilih Sistem Operasi apa yang akan anda gunakan dan ambil master Sistem Operasi yang akan dipakai. Saat ini yang saya coba gunakan adalah file Sistem Operasi Ubuntu 10.10 dalam bentuk ISO sehingga saya memilih icon ISO/IMG/ZIP. Kemudian di proses dan bila terbukti ada file ISO Sistem Operasi tersebut, maka akan terdeteksi dan menampilkan pesan sukses...

Setelah itu Langkah Ketiga seperti gambar ini :


Untuk sekarang, lewati saja bagian ini atau biarkan pada pengaturan defaultnya.
Apa sebenarnya presistence ini? Presistence ini akan membuat media penyimpanan virtual ke flashdisk teman-teman. Gunanya adalah untuk menyimpan file saat menggunakan LiveUSB. Tentunya presistence ini juga membutuhkan space tambahan di flashdisk...


Selanjutnya langkah keempat adalah :


Berikan tanda checklist (centang) pada "Hide created files on key" dan "Format the key in FAT32 (this will erase your data!!)". Dan hilangkan tanda checklist (centang) pada "Enable launching LinuxLive in Windows (requires internet to install)".

Lalu langkah kelima yaitu :


Pada gambar diatas merupakan proses terakhir penginstalan. Pastikan periksa kembali pengaturan sebelumnya, agar proses berjalan dengan benar. Dan bila sudah pasti, maka klik/tekan tanda petir tersebut.
Lalu tunggu hingga proses selesai. Bila proses sudah selesai, maka akan muncul pesan "Your LinuxLive key is now up and ready!".
Akhirnya saya sudah memiliki bootable Linux Live USB...
Untuk proses selanjutnya adalah melakukan penggaturan BIOS di PC/Notebook. Hal ini dilakukan untuk mencoba LinuxLive USB tersebut dijalankan. Caranya adalah sebagai berikut :


Pada gambar tersebut merupakan pengaturan BIOS pada Notebook saya, jadi pada bagian "External Device Boot" kita ubah menjadi "Enabled". Kemudian "Select 1st Boot Priority" saya ubah menjadi "External Device". Hal tersebut dilakukan agar ketika pertama Notebook di restart, maka yang akan terbaca pertama kali adalah pada bagian External Device (USB Flash Disk). Sehingga USB Flash Disk saya yang sudah dibuat menjadi bootable LinuxLive USB dengan OS Ubuntu 10.10 dan sebelumnya itu dihubungkan terlebih dahulu ke Notebook sehingga dapat digunakan. Dan tampilannya akan seperti di bawah ini ketika dijalankan :


Kemudian anda pilih "Try Ubuntu" dan jangan pilih "Instal Ubuntu". Mengapa?? Karena bila kita memilih "Instal Ubuntu" berarti anda akan menginstal/memasang 2 OS pada Notebook/PC anda. Pada akhirnya pun selesai dan berhasil membuat bootable LinuxLive USB ke dalam Flash Disk saya serta telah saya buktikan/praktekkan...

Sekian dulu penjelasan yang saya berikan kali ini. Semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman, terutaman diri saya sendiri. Mohon maaf bila ada salah kata dalam penulisan, terima kasih teman-teman...
Read more...

Cara Menginstal Aplikasi/Software Linux Live USB Creator (LiLi)

0 komentar
Assalamualaikum...
Salam sejahtera bagi kita semua...
Halo teman-teman,saat ini saya akan memberitau teman-teman bagaimana cara menginstal Linux Live USB di PC/Notebook anda. Caranya tak terlalu sulit dan tak memerlukan waktu yang lama untuk instalasinya, jadi silahkan mencoba dan langsung saja saya akan menjelaskan cara instalasinya...

Oh ya,aplikasi ini dapat support/sesuai dengan sistem operasi Windows 7, Windows Vista, dan Windows XP.

Let's Begin Everybody...

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah teman-teman harus membuka aplikasi Linux Live USB tersebut. Kemudian klik 2x dan selanjutnya akan muncul gambar seperti ini :





Gambar tersebut merupakan pilihan bahasa yang akan digunakan untuk aplikasi Linux Live USB. Setelah memilih bahasanya lalu pilih next. Dan akan muncul gambar seperti ini :




Setelah muncul gambar diatas, teman-teman klik next lagi. Dan muncul gambar seperti di bawah ini :





Read more...